Showing posts with label Rapor Kurikulum 2013. Show all posts
Showing posts with label Rapor Kurikulum 2013. Show all posts

Thursday, December 18, 2014

Langkah-Langkah Instalasi Raport Kurikulum 2013 SD

Langkah berikut adalah untuk menginstal Rapor Kurikulum 2013 tingkat SD:

1. Double Click file installer Aplikasi Rapor-SD.exe. Lalu akan muncul tahap pertama “Selamat Datang”

2. Klik tombol lanjut instalasi dan masuk tahap 2

3. Klik tombol pasang selanjutnya proses instalasi
4. Proses instalasi dilanjutkan dengan ekstraksi file installer tunggu sampai selesai

5. Setelah selesai makan tampil seperti dibawah ini akhir dari instalasi

6. Setelah proses instalasi berhasil, maka Laptop akan membuat icon Rapor-SD. Untuk menjalankan klik pada icon.

Bagaimana cara kerja Aplikasi Rapor SD pertama kali

a. Aplikasi K-13 SD akan secara otomatis membaca data guru pada database Dapodik. Username dan Password diset secara otomatis dengan NUPTK guru kelas masing-masing yang ada di Sekolah sesuai dengan data yang terdapat di Aplikasi Dapodik.
b. Login menggunakan Username dan Passrword  nomor NUPTK masing-masing Guru pada Tahun Ajaran 2014/2015 Semester Genap.
c. Saat pertama kali menjalankan Aplikasi Rapor K-13 SD, salah satu pengguna harus melakukan sinkronisasi untuk megisi data Sekolah, Rombel, Anggota Rombel, PTK dan data lainnya sesuai yang diperlukan dengan cara masuk ke:
Menu Tools à Sinkronisasi. Klik tombol Sinkronisasi Semua pada kir atas.
d. Seteah berhasil masuk, SANGAT DIREKOMENDASIKAN setiap Guru/Pengguna aplikasi merubah password. Langkah merubah Password dapat dilihat pada manual penggunaan Aplikasi yang dapat diakses dihalaman utama.

Semoga berhasil

Thursday, December 11, 2014

Contoh Format Raport Kurikulum 2013 Tingkat SD, SMP, SMA, dan SMK Berdasar Permendikbud No 104 Tahun 2014 Paling Terbaru

Hasil belajar yang dicantumkan dalam Rapor berupa:
1) untuk ranah sikap menggunakan skor modus 1,00 – 4,00 dengan predikat Kurang (K), Cukup (C), Baik (B), dan Sangat Baik (SB);
2) untuk ranah pengetahuan menggunakan skor rerata 1,00 – 4,00 dengan predikat D – A.
3) untuk ranah keterampilan menggunakan skor optimum 1,00 – 4,00 dengan predikat D – A.
Format rapor untuk SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK disajikan pada gambar-gambar berikut:
FORMAT RAPORT SD KURIKULUM 2013

Format Raport Kurikulum 2013 SD,SMP,SMA dan SMK Berdasar Permendikbud No 104 Tahun 2014
Pada SD mengedepankan ranah sikap artinya jika sikap dibawah kkm yang ditentukan: 2,67 maka bisa jadi siswa tersebut akan tinggal kelas yang juga terkoneksi masalah kehadiran baca panduan penilaian SD Kurikulum 2013,
Jenjang SMP memiliki format yang berbeda dengan ketentuan yang berbeda pula.
FORMAT RAPORT SMP KURIKULUM 2013
Format Raport Kurikulum 2013 SD,SMP,SMA dan SMK Berdasar Permendikbud No 104 Tahun 2014
Format Raport Kurikulum 2013 SD,SMP,SMA dan SMK Berdasar Permendikbud No 104 Tahun 2014
Catatan:
1. Untuk mata pelajaran yang belum tuntas pada semester berjalan, dituntaskan melalui pembelajaran remedi sebelum memasuki semester berikutnya.
2. Dinyatakan tidak naik kelas bila terdapat 3 mata pelajaran atau lebih, pada kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan/atau sikap belum tuntas/belum baik.



digajul:
kkgjaro

Penilaian Pada Kurikulum 2013 baik SD,SMP dan SMA

Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar Peserta Didik . Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan , Penilaian dapat dilakukan selama pembelajaran berlangsung (penilaian proses) dan setelah pembelajaran usai dilaksanakan (penilaian hasil/produk), jadi tak salah sebelumnya pula perangkat kurikulum 2013.
 
Sebelum melakukan Penilaian Pada Kurikulum 2013 baik SD,SMP dan SMA ada baiknya pahami prinsip dasar yang mesti diterapkan oleh seorang guru dalam melakukan penilaian tersebut.
Prinsip  dan Pendekatan Penilian Kurikulum 2013
1.      Sahih
2.      Objektif
3.      Adil
4.      Terpadu
5.      Ekonomis
6.     Transparan
7.      Menyeluruh dan berkesinambungan
8.      Sistematis
9.      Akuntabel
10.      Edukatif

Sepuluh prinsip terbut merupakan hal dasar yang tak bisa dikesampingkan dalam Penilaian Kurikulum 2013 untuk memberikan hasil terbaik pada siswa atau anak didik kita.
Pada Pendekatan nya ada beberapa aspek yang harus kita jadikan acuan, yaitu :
  1. Pendekatan penilaian yang digunakan adalah penilaian acuan kriteria (PAK)
  2. PAK merupakan penilaian pencapaian kompetensi yang didasarkan pada kriteria ketuntasan minimal (KKM).
  3. KKM Pengetahuan dan Keterampilan : > 2.66
  4. KKM Sikap : Baik  atau B
Pada Pembahasan yang telah lalu kami telah sampaikan tentang Berbagai Jenis Penilaian Pada Kurikulum 2013. baca panduan penilaian Kelas
Rentang Nilai
0.00  ˂      skor    ˂     1,00    = D
1,00  ˂      skor    ≤     1,33    = D+
1,33  ˂      skor    ≤     1,66    = C-
1,66  ˂      skor    ≤     2,00    = C
2,00  ˂      skor    ≤     2,33    = C+
2,33  ˂      skor    ≤     2,66    = B-
2,66  ˂      skor    ≤     3,00    = B
3,00  ˂      skor    ≤     3,33    = B+
3,33  ˂      skor    ≤     3,66    = A-
3,66  ˂      skor    ≤     4,00    = A

Kriteria kenaikan kelas ditentukan oleh satuan pendidikan, dengan ketentuan minimal :  Menyelesaikan seluruh program pembelajaran dalam dua semester pada tahun  pelajaran yang diikuti. Mencapai tingkat kompetensi yang dipersyaratkan, minimal sama dengan KKM. Mencapai nilai sikap untuk semua mata pelajaran minimal baik.Tidak terdapat nilai kurang dari KKM maksimal pada tiga mata pelajaran.Ketidakhadiran siswa tanpa keterangan maksimal 15 % dari jumlah hari efektif. 
Kriteria Kelulusan
Menyelesaikan seluruh program pembelajaran
Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran
Lulus ujian sekolah/madrasah; dan
Lulus Ujian Nasional


digajul:
kkgjaro

Panduan Lengkap Penilaian Kelas Kurikulum 2013

Pada Kurikulum 2013, bagi Guru ini sangat penting diketahui, cara penilaian kelas pada proses pembelajaran tentu ada sedikit perbedaan jika dibanding dengan KTSP sebelumnya, kita ketahui Penilaian kelas adalah suatu bentuk kegiatan guru yang terkait dengan pengambilan keputusan tentang pencapaian kompetensi atau hasil belajar peserta didik yang mengikuti proses pembelajaran tertentu. Untuk itu, diperlukan data sebagai informasi yang diandalkan sebagai dasar pengambilan keputusan berhubungan dengan sudah atau belum berhasilnya peserta didik dalam mencapai suatu kompetensi.

Data yang diperlukan dapat dijaring dan dikumpulkan selama pembelajaran berlangsung melalui prosedur dan alat penilaian yang sesuai dengan kompetensi yang akan dinilai. Sehingga diperoleh potret/profil kemampuan peserta didik dalam mencapai sejumlah kompetensi dasar yang tercantum dalam kurikulum.

Info Rapot Untuk SD
Dari Direktorat Pembinaan SD
Ditjen Dikdas
Aplikasi rapor Kurikulum 2013 SD sudah dapat di unduh NANGKENE

Penilaian dilakukan secara holistik meliputi aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan untuk setiap jenjang pendidikan, baik selama pembelajaran berlangsung (penilaian proses) maupun setelah pembelajaran usai dilaksanakan (penilaian hasil belajar). Pada jenjang pendidikan dasar, proporsi pembinaan karakter lebih diutamakan dari pada proporsi pembinaan akademik.

Penilaian Kelas dalam  Kurikulum 2013 memiliki karakteristik sebagai berikut:
1.     Belajar Tuntas
Asumsi yang digunakan dalam belajar tuntas adalah peserta didik dapat mencapai kompetensi yang ditentukan, asalkan peserta didik mendapat bantuan yang tepat dan diberi waktu sesuai dengan yang dibutuhkan. Peserta didik yang belajar lambat perlu diberi waktu lebih lama untuk materi yang sama, dibandingkan peserta didik pada umumnya.
 Untuk kompetensi pada kategori pengetahuan dan keterampilan (KI-3 dan KI-4), peserta didik tidak diperkenankan mengerjakan pekerjaan atau kompetensi berikutnya, sebelum mampu menyelesaikan pekerjaan dengan prosedur yang benar dan hasil yang baik.

2.    Autentik
Penilaian dikatakan autentik apabila peserta didik diminta untuk menampilkan tugas atau situasi yang sesungguhnya yang mendemonstrasikan penerapan keterampilan dan pengetahuan esensial yang bermakna (Mueller, 2006). Proses penilaian dan pembelajaran merupakan kegiatan yang tidak terpisahkan atau terpadu, sehingga penilaian berjalan bersama-sama dengan proses pembelajaran. Sebagai contoh, ketika peserta didik belajar membaca puisi, guru mengamati dan memberi penilaian, misalnya cara pengucapan, intonasi, tekanan kata, dan penghayatan. Apabila peserta didik belum menguasai unsur tertentu, guru membuat catatan untuk perbaikan selanjutnya.

Penilaian autentik harus mencerminkan masalah dunia nyata, bukan dunia sekolah dengan menggunakan berbagai cara dan kriteria holistik (kompetensi utuh yang merefleksikan pengetahuan, keterampilan, dan sikap). Penilaian autentik mengukur apa yang diketahui dan yang dapat dilakukan oleh peserta didik.

Berikut contoh-contoh tugas autentik:•    Pemecahan masalah matematika
•    Melaksanakan percobaan
•    Bercerita
•    Menulis laporan
•    Berpidato
•    Membaca puisi
•    Membuat peta perjalanan

3.    Berkesinambungan
Penilaian dilakukan secara terus menerus dan berkelanjutan selama pembelajaran berlangsung dan setelah usai, melalui berbagai jenis ulangan (ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, atau ulangan kenaikan kelas).Tujuannya adalah untuk mendapatkan gambaran yang utuh mengenai perkembangan hasil belajar peserta didik, memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil.

Ulangan harian dilakukan setelah menyelesaikan satu kompetensi dasar (KD) atau lebih, terintegrasi dalam proses pembelajaran dalam bentuk ulangan atau penugasan. Ulangan tengah semester dilakukan setelah menyelesaikan 8-9 minggu kegiatan pembelajaran, mencakupi seluruh KD pada periode tersebut. Ulangan tengah semester tidak harus serentak dilaksanakan untuk seluruh kelas pada suatu satuan pendidikan, karena kondisi pencapaian kompetensi peserta didik pada masing-masing kelas bisa berbeda satu kelas dengah kelas yang lain. Ulangan akhir semester mencakupi semua KD pada semester yang bersangkutan.

4.    Menggunakan Teknik yang Bervariasi
Teknik penilaian yang dipilih dapat berupa tertulis/lisan, unjuk kerja, proyek produk, portofolio, pengamatan, dan penilaian diri, disesuaikan dengan kompetensi yang ingin dinilai.
5.    Berdasarkan Acuan Kriteria
Penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan. Kemampuan peserta didik tidak dibandingkan terhadap kelompoknya, tetapi dibandingkan  terhadap kriteria yang ditetapkan, misalnya ketuntasan belajar minimal (KKM), yang ditetapkan oleh satuan pendidikan masing-masing dengan mempertimbangkan karakteristik kompetensi dasar yang akan dicapai, daya dukung (sarana dan guru), dan karakteristik peserta didik.

KKM diperlukan agar guru mengetahui kompetensi yang sudah dan belum dikuasai secara tuntas. Guru mengetahui sedini mungkin kesulitan peserta didik, sehingga pencapaian kompetensi yang kurang optimal dapat segera diperbaiki. Bila kesulitan dapat terdeteksi sedini mungkin, peserta didik tidak sempat merasa frustasi, kehilangan motivasi, dan sebaliknya peserta didik merasa mendapat perhatian yang optimal dan bantuan yang berharga dalam proses pembelajarannya.
    Ketuntasan belajar ditentukan seperti pada tabel berikut:
Panduan Penilaian Kelas Kurikulum 2013
Keterangan:
      
               SB  = Sangat Baik
               B    =  Baik
               C    = Cukup
               K    = Kurang     
RPP SD Kurikulum 2013 sudah dijelaskan untuk Kriteria ketuntasan belajar minimal , untuk kompetensi pada kategori KI-3 dan  KI-4 adalah  B- (2.66). Untuk KD pada KI-1 dan KI-2, ketuntasan seorang peserta didik dilakukan dengan memperhatikan aspek sikap pada KI-1 dan KI-2 untuk seluruh matapelajaran, yakni jika profil sikap peserta didik secara umum berada pada kategori baik (B) menurut standar yang ditetapkan satuan pendidikan yang bersangkutan.

Untuk KD pada KI-3 dan KI-4, seorang peserta didik dinyatakan belum tuntas belajar untuk menguasai KD yang dipelajarinya apabila menunjukkan indikator nilai < 2.66 dari hasil tes formatif. Seorang peserta didik dinyatakan sudah tuntas belajar untuk menguasai KD yang dipelajarinya apabila menunjukkan indikator nilai ≥ 2.66 dari hasil tes formatif. Bagi peserta didik yang belum tuntas untuk kompetensi tertentu harus mengikuti pembelajaran remedial, sedangkan bagi yang sudah tuntas boleh mempelajari kompetensi berikutnya.

Untuk mengetahui apakah peserta didik sudah atau belum tuntas menguasai suatu kompetensi dapat melihat posisi nilai yang diperoleh berdasarkan tabel konversi nilai berikut.

Apabila peserta didik memperoleh nilai antara 66 sd. 70, dia ada pada posisi predikat B- untuk kategori pengetahuan atau keterampilan. Artinya, peserta didik tersebut sudah mencapai ketuntasan dalam menguasai kompetensi tertentu.  

C.    Teknik Penilaian KelasPenilaian kelas dilakukan dalam berbagai teknik untuk semua kompetensi dasar yang dikategorikan dalam tiga aspek, yaitu  sikap, pengetahuan, dan  keterampilan .  
1.    Sikap
Aspek  Sikap dapat dinilai dengan cara berikut:
a.    Observasi 
Merupakan teknik penilaian yang dilakukan secara berkesinambungan dengan menggunakan indera, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan format observasi yang berisi sejumlah indikator perilaku yang diamati. Hal ini dilakukan saat pembelajaran maupun diluar pembelajaran 

Contoh ObservasiLembar Pengamatan Sikap

Panduan Penilaian Kelas Kurikulum 2013
Keterangan:
Berilah kriteria Penilaian dengan angka dari 1 sampai 4 sebagai berikut:
4    : sangat baik
3    : Baik                   
2    : sedang                        
1    : kurang
Catatan : hasil pengamatan harian ini perlu dirangkum setelah 1 minggu atau 1 bulan untuk mendapatkan nilai komulatif sikap.
b.    Penilaian Diri
Merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya dalam konteks pencapaian kompetensi. Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian diri.
         Contoh Penilaian diri
        Penilaian diri terhadap sikap
Panduan Penilaian Kelas Kurikulum 2013
c.    Penilaian Antar Teman
Merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik  untuk saling menilai terkait dengan sikap dan perilaku keseharian peserta didik. Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian antarpeserta didik.

    Contoh Penilaian antar peserta didik
Panduan Penilaian Kelas Kurikulum 2013
Keterangan:
Format  bisa ditempel di suatu tempat, masing masing anak menuliskan angka 1 sampai 4 di setiap nama.
1 = kurang
2    = Cukup
3    = Baik
4    = Sangat Baik

d.    Jurnal
Merupakan catatan pendidik di dalam dan di luar kelas yang berisi informasi hasil pengamatan tentang kekuatan dan kelemahan peserta didik yang berkaitan dengan sikap dan perilaku. Jurnal bisa dikatakan sebagai catatan yang berkesinambungan dari hasil observasi.
     Contoh penilaian Jurnal
Panduan Penilaian Kelas Kurikulum 2013

2.    Pengetahuan
Aspek  Pengetahuan dapat dinilai dengan cara berikut:
a.Tes tulis
adalah tes yang soal dan jawabannya tertulis berupa pilihan ganda, isian, Benar-salah, menjodohkan, dan uraian.
1)    Pilihan Ganda : Secara umum, setiap soal pilihan ganda terdiri dari pokok soal (stem) dan pilihan jawaban (option). Pilihan jawaban terdiri atas kunci jawaban dan pengecoh (distractor). Kunci jawaban adalah jawaban yang benar atau paling benar. Pengecoh merupakan jawaban yang tidak benar, namun memungkinkan seseorang terkecoh untuk memilihnya apabila tidak menguasai bahan/materi pelajaran dengan baik.
2)    Isian : Soal isian adalah soal yang menuntut peserta tes untuk memberikan jawaban singkat, berupa kata, frase, angka, rumus, atau simbol. Ada 3 macam soal isian yaitu (1) melengkapi, (2) jawaban singkat, dan (3) asosiasi.
3)    Benar - Salah : Bentuk soal Benar-Salah menuntut peserta tes untuk memilih dua kemungkinan jawaban. Bentuk kemungkinan jawaban yang sering digunakan adalah benar dan salah. Peserta tes diminta memilih jawaban benar atau salah, untuk suatu pernyataan yang disajikan. Apabila butir soal berisi pernyataan tentang sikap, pendapat, atau kepercayaan/ keyakinan. Jawaban yang diminta adalah ya dan tidak.
4)    Menjodohkan : Soal menjodohkan terdiri dari dua kelompok pernyataan. Kelompok pertama ditulis pada lajur sebelah kiri merupakan pernyataan soal atau pernyataan stimulus. Kelompok kedua ditulis pada lajur sebelah kanan merupakan pilihan jawaban atau pernyataan respon. Peserta tes diminta untuk menjodohkan, atau memilih pasangan yang tepat bagi pernyataan yang ditulis pada lajur sebelah kiri di antara pernyataan yang ditulis pada lajur sebelah kanan.
5)    Uraian : Soal uraian adalah soal yang jawabannya menuntut siswa untuk mengingat dan mengorganisasikan gagasan gagasan atau hal hal yang telah dipelajarinya dengan cara mengemukakan atau mengekspresikan gagasan tersebut secara tertulis dengan kata-katanya sendiri.
Berdasarkan penskorannya soal uraian diklasifikasikan atas uraian objektif dan uraian non-objektif.
a)    Soal uraian objektif adalah soal yang menuntut sehimpunan jawaban dengan rumusan jawaban yang pasti sehingga penskorannya dapat dilakukan secara objektif.
Contoh soal uraian objektifJelaskan perbedaan dan persamaan  hewan kerbau dan  sapi, dua saja!
Kunci jawaban:
Persamaan : Kaki 4; hewan mamalia,  bertelinga ; bertanduk ; berekor; berbulu dan lain lain.
Perbedaan  : bulu jarang (kerbau) bulu lebat (sapi);  bentuk tanduk ; dan alin lain

Penyekoran :skor 1 : siswa dapat menyebutkan 2 jawaban benar
skor 0 : siswa hanya menyebutkan 1 jawaban benar atau menjawab salah        

b)    Sedangkan soal uraian non-objektif adalah soal yang menuntut sehimpunan jawaban dengan rumusan jawaban menurut pendapat masing masing siswa sehingga penskorannya sukar untuk dilakukan secara objektif (penskorannya dapat mengandung unsur subjektifitas).
Contoh soal Uraian non Objektif
Coba tuliskan cerita apa yang kamu yang kamu alami sejak berangkat dari rumah samapi tiba di sekolah!

Kriteria jawaban: (misalnya)-kalimat menggunakan unsur kebahasaan yang tepat       skor 1
-gagasan runtut                                       skor 1
-pemilihan kata  yang tepat                     skor 1
-cerita lengkap                                         skor 1
                                              
Jadi skor maksimal 4 ( tergantung banyak unsur yang dinilai, semakin lengkap unsur yang dinilai terdapat dalam tulisan, semakin besar skor maksimal)

Untuk ulangan harian tidak dianjurkan menggunakan pilihan ganda, karena bentuk ini lebih tepat untuk ruang lingkup luas dan peserta yang banyak.  Bentuk ini lebih cocok untuk ulangan  akhir semester atau kenaikkan kelas. Untuk ulangan harian sangat dianjurkan menggunakan tes berbentuk uraian. Seperti menulis cerita, menjelaskan suatu proses, menulis surat, dan sebagainya.  

b.    Tes Lisan berupa pertanyaan- pertanyaan yang diberikan guru secara ucap (oral) sehingga peserta didik merespon pertanyaan tersebut  secara ucap juga, sehingga menimbulkan keberanian. Jawaban dapat berupa kata, frase, kalimat maupun faragraf yang diucapkan.
Contoh soal tes lisan
   
“Ini ada buah Tomat, Coba kamu Ahmad, ceritakan tentang buah tomat ini!” (peragakan buah tomat tersebut)
Pedoman penskroran:- bercerita jelas          skor 1
- kata kata jelas         skor 1
- cerita runtut            skor 1
- sesuai waktu/tdal diam        skor 1
- dan lainnya             skor 1  (jika masih ada unsur yang dinilai)
Jadi skor maksimal 5 ( tergantung banyak unsur yang dinilai)

3.Keterampilan
 Aspek  ketrampilan Kurikulum 2013
dapat dinilai dengan cara berikut:
a.    Performance atau  Kinerja
adalah suatu penilaian yang meminta siswa untuk melakukan suatu tugas pada situasi yang sesungguhnya yang mengaplikasikan pengetahuan dan  keterampilan yang dibutuhkan. Misalnya tugas memainkan alat musik, menggunakan mikroskop, menyanyi, bermain peran, menari.  
Contoh penilaian tes performance  atau kinerja akan diberikan pada bab Implementasi pada bab selanjutnya.
b.    Produk
adalah penilaian terhadap kemampuan peserta didik dalam membuat produk teknologi dan seni (3 demensi).  Penilaian produk tidak hanya diperoleh dari hasil akhir, namun juga proses pembuatannya. Pengembangan produk meliputi 3 tahap dan dalam setiap tahap perlu diadakan penilaian yaitu:
•    Tahap persiapan atau perencanaan meliputi penilaian terhadap kemampuan siswa  dalam merencanakan, menggali, mengembangkan gagasan, dan mendesain produk
•    Tahap pembuatan meliputi penilaian terhadap kemampuan siswa dalam menyeleksi dan menggunakan bahan dan alat serta dalam menentukan teknik yang tepat.
•    Tahap penilaian (appraisal) meliputi penilaian terhadap kemampuan siswa membuat produk sesuai dengan kegunaannya.
 Contoh  membuat meja, membuat kincir angin, membuat Kartu nama, membuat kotak kue, merangkai bunga.
 Model penilaian  Produk diberikan pada bab implementasi pada bab selanjutnya.
c.    Proyek
 adalah penilaian terhadap tugas yang mengandung investigasi dan  harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. Tugas tersebut meliputi perencanaan, pelaksanaan, pelaporan.    Projek juga akan memberikan informasi tentang pemahaman dan pengetahuan siswa pada pembelajaran tertentu, kemampuan siswa dalam mengaplikasikan pengetahuan, dan kemampuan siswa untuk mengomunikasikan informasi. Penilaian proyek sangat dianjurkan karena membantu mengembangkan ketrampilan berpikir tinggi  (berpikir kritis, pemecahan masalah, berpikir kreatif) peserta didik . misalnya membuat laporan pemanfaatan energy di dalam kehidupan, membuat laporan hasil pengamatan pertumbuhan tanaman.
contoh penilaian proyek diberikan pada bab implementasi pada bab selanjutnya
d.    Portofolio 
Penilaian Portofolio adalah penilaian melalui sekumpulan karya peserta didik yang tersusun secara sistematis dan terorganisasi yang dilakukan selama kurun waktu tertentu. Portofolio digunakan oleh guru dan peserta didik untuk memantau secara terus menerus perkembangan pengetahuan dan  keterampilan peserta didik dalam bidang tertentu. Dengan demikian penilaian portofolio memberikan gambaran secara menyeluruh tentang proses & pencapaian hasil belajar peserta didik.
Portofolio merupakan bagian terpadu dari pembelajaran sehingga guru mengetahui sedini mungkin kekuatan dan kelemahan peserta didik dalam menguasai kompetensi pada suatu tema.  Misalnya kompetensi pada tema “selalu berhemat energy”. Contoh kompetensi membuat laporan hasil percobaan.  Kemampuan membuat laporan hasil percobaan tentu tidak seketika dikuasai peserta didik, tetapi membutuhkan proses panjang, dimulai dari penulisan draf, perbaikan draf,  sampai laporan akhir yang siap disajikan. Selama proses ini diperlukan bimbingan guru melalui catatan-catatan tentang karya peserta didik sebagai masukan perbaikan lebih lanjut. Kumpulan karya anak sejak draf sampai laporan akhir berserta catatan catatan sebagai masukan guru inilah, yang menjadi portofolio.
Di samping memuat karya karya anak beserta catatan guru, terkait kompetensi membuat laporan hasil percobaan tersebut di atas, portofolio juga bisa memuat catatan hasil penilaian diri dan teman sejawat tentang kompetensi yang sama serta sikap dan perilaku sehari hari peserta didik yang bersangkutan.
Agar penilaian portofolio berjalan efektif guru beserta peserta didik perlu menentuan hal-hal yang harus dilakukan dalam menggunakan portofolio Sebagai berikut:
1)    masing-masing peserta didik memiliki porto folio sendiri yang di dalamnya memuat mata pelajaran.
2)    menentukan hasil kerja apa yang perlu dikumpulan/disimpan.
3)    sewaktu waktu peserta didik diharuskan membaca catatan guru yang berisi komentar, masukkan dan tindakan lebih lanjut yang harus dilakukan peserta didik dalam rangka memperbaiki  hasil kerja dan sikap.
4)     peserta didik dengan kesadaran sendiri menindaklanjuti catatan guru.
5)     catatan guru dan perbaikan hasil kerja yang dilakukan peserta didik perlu diberi tanggal, sehingga perkembangan kemajuan belajar peserta didik  dapat terlihat.
Tahapan selanjutnya mari kita bahas pada proses Panduan Penilaian/pengisian Raport Kurikulum 2013.

digajul:
kkgjaro

Friday, December 5, 2014

Nasib Kurikulum 2013 Akhirnya di Hentikan

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan menginstruksikan sekolah yang belum menggunakan Kurikulum 2013 selama tiga semester untuk kembali ke Kurikulum 2006. Sementara itu, sekolah yang telah menjalankan selama tiga semester diminta tetap menggunakan kurikulum tersebut sembari menunggu evaluasi dari pihak berwenang.
"Dengan memperhatikan rekomendasi tim evaluasi implementasi kurikulum, maka Kurikulum 2013 dihentikan," kata Anies kepada pewarta, Jumat (5/12/2014).
Anies mengatakan, saat ini ada 6.221 sekolah yang sudah pakai Kurikulum 2013 selama tiga semester lebih.

"Mereka akan jadi contoh bagi sekolah yang belum siap," tambah Anies.
Mantan Rektor Universitas Paramadina ini kembali menyinggung soal pelaksanaan Kurikulum 2013 yang dinilai terlalu cepat. Anies pun berharap agar pelaksanaannya yang sudah dievaluasi kali ini bisa berjalan setahap demi setahap. Sekolah yang dijadikan contoh pun nantinya akan jadi model dalam pelaksanaan Kurikulum 2013 yang ideal bagi sekolah-sekolah lain. 
"Kami kirimkan surat edarannya besok. Jadi, kepala sekolah dan guru bisa mulai kembali menyiapkan Kurikulum 2006," kata Anies, Jumat (5/12/2014).
Kurikulum 2013 telah diterapkan di 6.221 sekolah sejak Tahun Pelajaran 2013/2014 dan di semua sekolah di seluruh tanah air pada Tahun Pelajaran 2014/2015. Sedangkan, Peraturan Menteri nomor 159 Tahun 2014 tentang evaluasi Kurikulum 2013 baru dikeluarkan tanggal 14 Oktober 2014, yakni tiga bulan setelah Kurikulum 2013 dilaksanakan di seluruh Indonesia.
Menurut Anies, masalah pada Kurikulum 2013 masih banyak, dan harus segera diperbaiki secara bertahap. Dia mengatakan, masalah Kurikulum 2013 bersifat konseptual. Misalnya, seperti ketidakselarasan ide dengan desain kurikulum serta ketidakselarasan antara gagasan dan isi buku teks.

Untuk itu, Anies ingin Kurikulum 2013 di sekolah-sekolah yang dijadikan percontohan bisa lebih dimatangkan. Metode hingga guru-guru yang mengajar di sana nantinya akan menjadi patokan bagi sekolah-sekolah lain yang belum menggunakan Kurikulum 2013.

Anies menambahkan bahwa sekolah tidak perlu khawatir untuk kembali ke Kurikulum 2006. Sebab, menurut Anies, konsep-konsep yang telah ditegaskan pada Kurikulum 2013 sebenarnya telah ada dalam Kurikulum 2006.

Dengan demikian, tidak ada alasan bagi guru-guru di sekolah untuk tidak mengembangkan metode pembelajaran yang kreatif di kelas. "Kreativitas dan keberanian guru untuk berinovasi itu kunci bagi pergerakan pendidikan Indonesia," tutur mantan rektor Universitas Paramadina itu. didupak dari Kompas.Com


surat edaran pemberhentian Kurikulum 2013

Monday, December 1, 2014

APLIKASI RAPOR SD BERDASARKAN PANDUAN TEKNIS 2014

Pertanyaan utama:
1) Daftar Nilainya untuk bukti fisik seperti apa?
Jawab: diprint per sheet satu halaman dengan cara (di Excel 2010) pilih area print, lalu klik layout pada menu width pilih 1 page dan pada menu height pilih automatic.
2) Passwordnya?
Jawab: Cara buka password sudah Saya unggah di bagian bawah laman web.
Note untuk minggu ini:
1) Aplikasi untuk Kelas V hampir rampung Saya revisi (banyak KD yang salah), maaf Saya sibuk dengan tugas kantor dan harap bersabar;
2) Tidak semua KD harus diisi nilainya di semua subtema, diisi bila memang di BG ada;
3) Aplikasi Semester 1 belum menyesuaikan Permendikbud No 104 Tahun 2014, mohon maklum toh perbedaannya  tidak signifikan namun Insya Allah untuk yang semester 2 nanti menyesuaikan (KI-1 dan KI-2 modus; KI-3 Rerata dan KI-4 capaian optimum. Rumus “mode” tidak berfungsi pada sel kosong sehingga harus Saya rekayasa dengan rumus lain. Tks.
Info Update: Kelas IV per November 26. Versi lawas KD IPA error.
SALAM PENDIDIKAN.

(Untuk cara menggunakan, unduh file power point berikut):

(Untuk aplikasi RAPOR kelas I Semester 1 runduh):

(Untuk aplikasi RAPOR kelas II semester 1, unduh):

(Untuk aplikasi RAPOR kelas IV semester 1, unduh):

(Untuk aplikasi RAPOR kelas V semester 1, unduh):

Untuk mengunduh Panduan Teknis Penilaian SD klik berikut ini:

Untuk membuka password sheet, unduh:

Permendikbud Penilaian 2014

FAQs (Frequently Asked Questions)/ Pertanyaan yang sering muncul:
1. Passwordnya apa?
(Jwb: Password tidak diperlukan. Mohon dibaca petunjuk   penggunaan yang berformat power point).
2. Identitas sekolah dan identitas siswa tidak bisa diubah?
(Jwb: identitas sekolah diubah di sheet identitas sekolah, identitas siswa diubah di sheet identitas siswa).
3. Mohon dikasih password, untuk menambahkan indikator atau mengubah KD yang salah.
(Jwb: Aplikasi ini merupakan open source. Namun untuk password tidak bisa diberikan. Jika tetap ingin membuka proteksi, silakan diikuti cara seperti yang sudah Saya unggah. Jika diubah KD-nya, ada konsekuensi mengubah rumusnya. Alternatifnya, kirimkan ke admin (sriwasono@gmail.com) agar bisa Saya perbaiki KD yang salah.
4. Pak, mohon informasi via sms bila ada update terbaru
(Jwb: Blog ini sudah dibuka 25.ooo kali lebih, yang logikanya setiap user mengunduh lebih dari satu item aplikasi. Tentu Saya tidak ada waktu untuk memgirim informasi via sms ataupun email secara individual.
5. Muncul tanda pagar di NA (nilai akhir) berarti ada kesalahan, atau kolomnya kurang lebar?
(Jwb: bila muncul tagar berarti ada kesalahan di rumusnya. Aplikasi ini menggunakan UDF/ User Defined Functions sehingga untuk menghasilkan satu angka nilai akhir bisa jadi terdiri dari puluhan rumus antara. Mohon diperjelas tagar yang muncul di kelas berapa, sheet mana, muatan mapel apa)
Demikian, semoga beberapa pertanyaan ini mewakili banyak sekali pertanyaan. Terimakasih atas perhatian para pengguna.


referensi : kurikulum2013sd.wordpress.com
Posting Lama ►
 

Copyright 2013 SD Negeri Tambaharjo: Rapor Kurikulum 2013 Template by Desa. Powered by Blogger